Imel Dari Temen gwa...

dari pito:

Pada hari pertama, diciptakan seekor sapi. Si Pencipta berkata kepada sapi itu, “Sapi, hari ini Aku menciptakan kamu sebagaimana adanya kamu ! Kamu harus bekerja di ladang dengan petani sepanjang hari. Kamu harus menguras tenaga untuk membajak sawahnya. Di samping itu kamu juga harus menyediakan susu untuk diminum. Kamu akan bekerja sepanjang hari di bawah terik matahari !Sebaliknya, kamu hanya bisa makan rumput !! Aku akan memberi waktu untuk hidup selama 50 tahun.”

Sapi protes. “Waduh?! Saya bekerja begitu keras dan hanya bisa makan rumput saja ?! Dan hidup selama 50 tahun ?! Bolehkan saya hanya hidup 20 tahun saja ?? Dan 30 tahun saya berikan kepadamu, ok ? Moo ….. Moo.” akhirnya, Pencipta setuju.

Pada hari kedua, diciptakan seekor anjing. Si Pencipta berkata kepada anjing itu, “Ajing, Kuciptakan kamu seperti apa adanya kamu, kamu harus duduk sepanjang hari di depan pintu rumahmu ! Semua orang yang datang ke rumahmu, kamu harus menggonggong menyambut mereka !! Sementara kamu akan makan sisa sisa makanan tuanmu, dan kamu akan hidup selama 20 tahun !”

Ajing protes. “Waduh?! Sepanjang hari duduk di depan pintu ?! Harus

menggonggong orang ?! Jangan dong … 10 tahun hidup, saya mau. Dan 10 tahun lainnya saya berikan kepadamu !?” Si Pencipta setuju.

Pada hari ketiga, diciptakan monyet. Ia berkata kepada monyet itu,

“Monyet, pekerjaanmu sebagai monyet adalah menghibur orang. Kamu harus membuat mereka tertawa dengan gaya dan mimik mukamu. Kamu juga harus bisa melakukan salto supaya mereka terkagum-kagum kepadamu. Sementara itu, kamu hanya makan pisang, dan Aku akan memberimu hidup 20 tahun.

Monyet protes. “Waduh ?! Membuat mereka tertawa?! Melakukan atraksi dengan gaya dan muka lucu ?! Apalagi, harus bisa salto ? Itu tidak gampang ! Berikan saya 10 tahun dan 10 tahun lainnya saya berikan kepadamu.”

Pencipta pun setuju dengan tawaran Monyet.

Pada hari yang keempat, diciptakan manusia dan berkata kepadanya,

“Kamu! Manusia, kerjamu adalah tidur, makan, tidur, main, makan, tidur, main dan tidak bekerja apa pun sepanjang hari. Kamu akan makan apa saja yang ada di dunia ini dan bermain apa saja yang kamu senangi dalam hidupmu. Semua yang kamu perlukan hanya menikmati, menikmati, menikmati dan tidak bekerja apa pun. Itulah hidupmu. Dan aku berikan 20 tahun untuk kamu.”

Maunusia protes. “Yaah ?! Betapa enaknya hidup seperti itu ! Makan,

main, tidur, tidak bekerja, menikmati apa saja dan Engkau memberikan waktu untuk Hidup 20 tahun ?! Jangan dong …! Ok ! Bagaimana kalau kita buat kesepakatan? Karena si Sapi mengembalikan 30 tahun, Ajing mengembalikan 10 tahun dan Monyet mengembalikan 10 tahun, biar saya saja yang mengambil waktu hidup mereka itu ?! Jadi, waktu hidup saya selama 70 tahun, kan?”

Pencipta pun setuju dengan tawaran si Manusia.

Akhirnya, itulah sebabnya di 20 tahun pertama, kita hanya makan,

tidur, main dan menikmati apa saja dan tidak bekerja. Kemudian selama 30 tahun kita bekerja sepanjang hari, bekerja keras dan harus menanggung keluarga. Setelah itu, 10 tahun kemudian kita menjadi tua, capek dan tinggal di rumah, duduk di depan pintu rumah dan menyambut tamu yang datang. Dan 10 tahun terakhir, kita hanya bisa menghibur cucu - cucu kita dengan gaya dan wajah lucu.

REFLEKSI

Di saat weekend esok, ada baiknya Anda merenungkan kembali kehidupan Anda. Sudahkah Anda mewarnai hidup Anda dengan sesuatu yang berbeda dan bermanfaat tidak hanya bagi diri Anda sendiri? Ataukah Anda menjalani kehidupan ini rutin, apa adanya? Bukankah ada banyak hal (potensi, bakat, ketrampilan) yang Anda miliki, dan terlalu sayang kalau Anda biarkan “nganggur”?